Pembangunan JUT Talang Donok 1 DD 2025, Diduga Mark-up dan Masuk Kantong Kades

Read Time:1 Minute, 46 Second

BundaranNews.com_ Pekejaan Pembangunan/Peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) Desa Talang Donok 1 Kecamatan Tapos Kabupaten Lebong yang menggunakan Dana Desa 2025 melalui Progaram Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal diduga Mark-up dan masuk kantong Kades.

Hal ini diketahui setelah melalui hasil investigasi pihak Ormas BIDIK yakni Korwil Rejang Lebong pada Kamis(21/8/2025) di lokasi.

Dari hasil pantauan ataupun investigasi kami dilapangan, diduga kegiatan tidaklah seperti pembangunan JUT pada umumnya yang jauh dari pemenuhan spesifikasi teknis maupun unsur-unsur yang sah dalam pembangunan pekerjaan konstruksi“, ungkap Redi selaku Korwil DPD Ormas BIDIK Rejang Lebong.

Redi menjelaskan bahwa pada pekerjaan JUT tersebut tidak terpajang papan anggaran, dan dirinya telah berusaha mengkomunikasikan hal tersebut ke Kades Talang Donok 1, Namun Kades mengeluarkan kata-kata kotor.

Untuk papan anggaran dan diameter pembangunan tidak dipajangkan serta tidak di ketahui oleh masyarakat, bagaimana membuat SPJ Dana Desa bisa di bilang sah jika asal barang material yang tidak jelas atau berasal dari tidak di ketahui dilokasi pekerjaan itu sendiri. Kami mengkonfirmasi hal tersebut ke Kades, namun bukannya jawaban yang kami dapat tapi kata-kata kotor yang dikeluarkan oleh Kades“, jelasnya.

Korwil DPD Ormas BIDIK Rejang Lebong ini juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mendapat laporan dari masyarakat setempat terkait pembangunan di desa Talang Donok 1.

Seharusnya pembangun DD tersebut di jalankan dengan keterbukaan, bagaimana bisa mengetahui RAP dari pembangunan tersebut jika dari anggaran dana DD juga tidak adanya keterbukaan dan tidak di ketahui. Belum lagi informasi dari masyarakat dan dari yang media jumpa dilapangan, sangat miris dan tertutup“, ungkap Redi ke awak media ini.

Selain itu Pihak Ormas BIDIK juga berusaha kembali mencoba menghubungi Kades pada hari ini (22/8/2025) guna mengkomfirmasi perihal dugaan tersebut, Namun Kades kembali menjawab dengan arogan.

“Pada hari ini kami kembali mengkomunikasikan perihal tersebut ke Kades. Alhasil yang kita dapat sifat arogan Kades kembali, yang mana kades tersebut mendesak untuk bertemu di waktu yang sama di polsek Rimbo Pengadang pada pukul 09:59 hari ini. Apabila hal tersebut ternyata benar ada dugaan, maka kami dari Ormas BIDIK Provinsi Bengkulu akan melanjutkan laporan ke pihak yang berwenang”, tutup Redi.(Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post SMSI Bengkulu Tengah Sangat Menyayangkan Sikap Dari Polres dan Kejari Benteng
Next post Dari Penangkapan Pemain di Jogja, Siber Bareskrim Polri Ringkus Pengelola dan Operator Jaringan Website Judi Online Internasional