BundaranNews.com_ Semangat memperkuat wawasan kebangsaan dan menjaga persatuan Indonesia terus ditanamkan kepada generasi muda. Hal tersebut menjadi semangat dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Pemuda Bengkulu yang digelar di Kantor DPD RI Provinsi Bengkulu, Senin (14/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), staf pemerintah daerah, serta perwakilan pemuda Bengkulu. Pertemuan menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai fundamental kehidupan berbangsa dan bernegara.
Empat Pilar Kebangsaan yang menjadi materi utama meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam situasi masyarakat yang semakin dinamis, pemahaman terhadap empat pilar tersebut dinilai penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna perkembangan zaman, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi bagi bangsa.
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan Indonesia. Dalam forum bersama pemuda Bengkulu sebelumnya, Sultan menyebut generasi muda sebagai aktor penting pembangunan dan mengingatkan bahwa bonus demografi harus dipersiapkan agar generasi produktif dapat menjadi pelaku pembangunan, bukan sekadar penonton.
Semangat tersebut menjadi relevan dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan. Pemuda tidak hanya membutuhkan kapasitas intelektual dan keterampilan, tetapi juga fondasi nilai yang kuat dalam menghadapi perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta berbagai tantangan kebangsaan.
Melalui Sosialisasi Empat Pilar, pemuda Bengkulu didorong untuk memahami bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama.
Pancasila menjadi landasan nilai dalam kehidupan berbangsa. UUD 1945 menjadi konstitusi yang menjadi dasar penyelenggaraan negara. NKRI menjadi rumah bersama yang harus dijaga, sementara Bhinneka Tunggal Ika menjadi prinsip yang mengajarkan bahwa perbedaan dapat hidup dalam satu kesatuan.
Kehadiran unsur Forkopimda dan staf pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga negara, dan generasi muda dalam membangun kesadaran kebangsaan.
Bagi Bengkulu, penguatan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu membawa identitas daerah sekaligus memiliki perspektif nasional.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis. Nilai-nilai Empat Pilar diharapkan dapat diterjemahkan oleh generasi muda dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap toleran, gotong royong, menghargai perbedaan, menaati konstitusi, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Pada akhirnya, menjaga Indonesia bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga negara. Menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan menghidupkan nilai Pancasila merupakan tanggung jawab seluruh generasi.
Dan pemuda adalah salah satu kekuatan penting yang akan menentukan bagaimana nilai-nilai tersebut diteruskan kepada generasi berikutnya.(Red)












