BundaranNews.com_ Dugaan masyarakat akhirnya terbukti. Sekretaris Dinas Pariwisata Bengkulu Utara, Ambang Aswari, mendadak mengganti pelat motor dinasnya saat dipanggil Inspektorat.
Pantauan di lapangan, motor dinas KLX yang selama ini biasa dipakai dengan pelat hitam BD 5056 EL, tiba-tiba berubah menggunakan pelat merah BD 3884 DY pada Jumat (18/09/2026), tepat di hari pemanggilan oleh Inspektorat Bengkulu Utara.
“Berarti benar, pantas saja masyarakat curiga. Itu motor dinas diganti pelatnya saat mau diperiksa,” ujar warga.
Pergantian pelat secara mendadak ini dinilai sebagai upaya mengelabui pemeriksaan dan menghilangkan jejak dugaan penyalahgunaan aset negara.
Sebelumnya, Inspektur Inspektorat Bengkulu Utara, Markisman, sempat diduga membohongi media karena menyatakan akan memanggil oknum tersebut hari ini namun kemudian bungkam. Setelah berita diterbitkan, ia hanya menjawab singkat “Sudah tadi dipanggil tu dit.. dak murah kito ngomen galo pertanyaan kamu.” Ucap Kadis Inspektorat.
Jawaban itu tidak menjelaskan substansi persoalan, terutama soal pelat ganda dan dugaan penyulapan motor dinas menjadi pelat hitam untuk kepentingan pribadi.
Masyarakat kini mendesak Inspektorat dan Bupati Bengkulu Utara bertindak tegas. Mereka meminta dilakukan pemeriksaan fisik kendaraan, dokumen resmi, serta audit penggunaan aset, dan memberikan sanksi disiplin berat jika terbukti bersalah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih menunggu jawaban resmi dari Inspektorat Bengkulu Utara.
Media menunggu kejelasan soal hasil pemanggilan, status hukum motor dinas KLX dengan dua pelat berbeda tersebut, serta tindak lanjut pemeriksaan secara transparan agar tidak muncul dugaan pembiaran.(Red/Nadit)












