banner 728x250

Kades Talang Rendah Angkat Bicara Terkait Viralnya Kasus Arni (39) Yang Selama 15 Tahun Tidak Memiliki Identitas

banner 120x600

BundaranNews.com_ Terkait viralnya kasus Arni (39), penyandang disabilitas yang selama 15 tahun tidak memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK). Kepala Desa Talang Rendah, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, Gunawan, akhirnya angkat bicara.

Saat ditemui di kediamannya, Kamis (7/5/2026), Gunawan membeberkan fakta versi pemerintah desa terkait persoalan tersebut. Ia membantah tudingan bahwa pemerintah desa tidak peduli terhadap kondisi administrasi kependudukan Arni.

banner 325x300

Menurut Kades Gunawan, selama ini Arni tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah desa, bahkan tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), meskipun belum memiliki dokumen kependudukan lengkap.

Pemerintah desa sudah berulang kali menawarkan bantuan untuk pengurusan KTP dan KK Arni. Namun saat itu pihak keluarga, terutama orang tuanya, belum bersedia mengurusnya,” ujar Kades Talang Rendah.

Selaku Kades ia menegaskan, pemberitaan yang menyebut pemerintah desa tidak memiliki kepedulian terhadap status kewarganegaraan Arni dinilai tidak sepenuhnya benar.

Bukan berarti kami diam atau tidak peduli. Kami tetap berupaya membantu dan memfasilitasi agar dokumen kependudukan Arni bisa diterbitkan,” tegasnya.

Ia pun menjelaskan, setelah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melakukan perekaman KTP terhadap Arni pada Senin (4/5/2026), pihak desa memastikan Arni akan menjadi prioritas penerima bantuan sosial maupun program bantuan lainnya ke depan.

Gunawan mengungkapkan bahwa keluarga Arni selama ini tetap menerima sejumlah bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan sosial lainnya, meski bantuan tersebut tercatat atas nama anggota keluarga lain yang masuk dalam KK keluarga.

Kades Talang Rendah turut menegaskan komitmennya untuk terus mengutamakan kepentingan masyarakat dan pembangunan desa di berbagai sektor.

Sejak saya mencalonkan diri hingga dipercaya menjadi kepala desa, saya sudah mewakafkan tenaga, pikiran, dan pengabdian saya untuk pembangunan serta kemaslahatan masyarakat Desa Talang Rendah,” katanya.

Menutup pernyataannya, Gunawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pelayanan dan pembangunan yang dilakukan pemerintah desa belum sepenuhnya memenuhi harapan seluruh warga.

Terlepas dari bagaimana respons publik terhadap kasus Arni ini, saya pribadi meminta maaf jika masih ada kekurangan dalam pelayanan maupun pembangunan di desa. Kami siap menerima kritik dan masukan yang sifatnya membangun demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Gunawan.
(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *