banner 728x250

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Enggano Belum Nampak Hasilnya, Sisa Waktu Hanya 30 Hari Lagi

banner 120x600

BundaranNews.com_ Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 hingga saat ini belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Padahal, batas waktu pelaksanaan proyek senilai Rp12.601.576.000 itu tinggal menyisakan 30 hari kalender lagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Bidik Provinsi Bengkulu, kontrak kerja proyek ini menetapkan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender, terhitung sejak titik nol dimulai pada bulan Februari lalu. Hingga hari ini, proyek telah berjalan selama 150 hari kalender, artinya waktu pengerjaan hampir habis.

banner 325x300

Kami sudah melakukan konfirmasi langsung ke pihak pemerintah desa setempat. Memang benar, sampai saat ini pekerjaan yang baru dikerjakan hanya sebatas penimbunan dan pemadatan tanah di lokasi rencana pembangunan. Belum ada konstruksi bangunan atau fasilitas lain yang terlihat dibangun,” ungkap perwakilan Ormas Bidik.

Proyek strategis ini dibiayai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, dan dimenangkan oleh pihak ketiga pelaksana, yaitu CV. Putra DIWA ADYATAMA. Dengan nilai kontrak yang sangat besar, masyarakat setempat maupun pihak pengawas sangat berharap pembangunan ini dapat berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu guna menunjang perekonomian nelayan di wilayah Enggano.

Namun, kondisi di lapangan menimbulkan tanda tanya besar. Hingga berita ini diturunkan, manajer lapangan yang bertanggung jawab atas proyek tersebut, yang diketahui bernama Irpan, sulit dihubungi. Berbagai upaya komunikasi dilakukan untuk meminta penjelasan mengenai rencana percepatan pekerjaan, namun belum mendapatkan tanggapan atau kejelasan apapun.

Melihat minimnya progres pekerjaan yang ada saat ini dibandingkan sisa waktu yang tinggal sedikit, kekhawatiran akan keterlambatan atau ketidakselesaian proyek mulai muncul.

Masyarakat dan pemangku kepentingan berharap pihak pelaksana segera bergerak cepat dan instansi terkait melakukan pemantauan ketat agar anggaran negara yang telah dikeluarkan tidak sia-sia, dan fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih bisa segera dimanfaatkan warga.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak CV. Putra DIWA ADYATAMA maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait kondisi pelaksanaan proyek tersebut.(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *