banner 728x250

Pemeliharaan Irigasi Tersier Rp 100 Juta di Sukarami Disorot, Baru 3 Bulan Tiang Penyangga Roboh

banner 120x600

BundaranNews.com_ Pekerjaan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier di Desa Sukarami, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, yang bersumber dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp100 juta, kembali menjadi sorotan.

Kegiatan yang dikerjakan Kelompok Tani Usaha Mandiri tersebut disebut baru sekitar tiga bulan selesai, namun kondisi di lapangan mulai menunjukkan kerusakan. Dari hasil pantauan, satu tiang penyangga yang berfungsi menopang pipa aliran air dilaporkan roboh, sementara sejumlah tiang lainnya terlihat mengalami keretakan.

banner 325x300

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pekerjaan tidak dikerjakan secara optimal dan berpotensi menyebabkan jaringan irigasi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Persoalan ini dinilai perlu segera mendapat perhatian dan pemeriksaan dari pihak terkait untuk memastikan kualitas serta kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Pada Selasa, 29 September 2026, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah mendatangi lokasi kegiatan. Kedatangan tersebut diduga untuk melakukan rembukan bersama Ketua Kelompok Tani Usaha Mandiri terkait upaya perbaikan terhadap pekerjaan yang mengalami kerusakan.

Langkah perbaikan tentu patut diapresiasi, namun kondisi pekerjaan yang mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengawasan dan pelaksanaan kegiatan sejak awal.

Pihak DPD Ormas BIDIK Provinsi Bengkulu menduga lemahnya pengawasan dari pihak terkait menjadi salah satu faktor yang perlu diperiksa. Selain itu, berdasarkan laporan masyarakat setempat, material seperti pasir dan batu disebut berasal dari sungai di sekitar lokasi

“Kami meminta pihak terkait tidak hanya melakukan perbaikan, tetapi juga melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan, mulai dari penggunaan material, kualitas pekerjaan, hingga pengawasannya. Jangan sampai anggaran Rp 100 juta menghasilkan pekerjaan yang baru beberapa bulan selesai sudah mengalami kerusakan dan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal,” tegas Ketua Ormas BIDIK Provinsi Bengkulu Zamhori Haryanto.(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *