BundaranNews.com_ Momen seharusnya penuh kebanggaan saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Bengkulu Tengah pada Rabu (24/6/2026) berubah menjadi sorotan besar. Dari total 142 Kepala Desa di seluruh wilayah kabupaten, tercatat hanya 5 orang yang tampak hadir mengikuti acara puncak perayaan.
Sepanjang 18 tahun sejarah berdirinya kabupaten ini, kondisi seperti ini terjadi untuk pertama kalinya. Berbeda jauh dengan masa kepemimpinan Bupati sebelumnya, di mana kehadiran para Kepala Desa selalu lengkap tanpa ada yang absen sedikit pun.
Kondisi ini disorot tajam oleh Haryadi, Tokoh Pemuda sekaligus Koordinator Wilayah Ormas Bidik Kabupaten Bengkulu Tengah. Ia mengaku sangat heran dan menilai hal ini sangat ganjil.
“Saya sangat heran, bagaimana bisa tahun ini jumlah yang hadir begitu sedikit? Di masa kepemimpinan sebelumnya, tidak ada satu pun Kepala Desa yang tidak hadir saat perayaan HUT daerah. Semua datang lengkap sebagai wujud kebersamaan dan dukungan,” ujar Haryadi.
Ia menegaskan, ini merupakan kejadian pertama kali sejak kabupaten berdiri. “Hanya tersisa 5 Kepala Desa yang hadir. Ada apa sebenarnya dengan para pemimpin desa yang lain? Ini menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat,” tambahnya.
Menurut pandangannya, ketidakhadiran massal tersebut memunculkan dugaan mendasar: apakah para Kepala Desa sudah tidak lagi sejalan atau satu frekuensi dengan kepemimpinan Bupati saat ini?
Haryadi berharap pihak terkait memberikan penjelasan yang transparan, karena hal ini bukan sekadar soal kehadiran acara, melainkan cerminan hubungan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa yang menjadi ujung tombak pelayanan ke masyarakat.(Red)
