BundaranNews.com_ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 59 Kota Bengkulu menjadi perhatian setelah sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan yang dibagikan pada Jumat (4/9/2026).
Kejadian tersebut bermula ketika salah seorang guru, Ningrum Hartanto, mendapati aroma tidak sedap dari makanan dalam ombreng MBG. Menurut Ningrum, mencium makanan sebelum dibagikan kepada siswa merupakan kebiasaan yang dilakukannya sebagai bentuk pemeriksaan awal.
Saat membuka ombreng yang menjadi jatahnya, Ningrum mengaku langsung mencium bau yang tidak biasa. Salah satu makanan yang disebut mengeluarkan aroma tidak sedap adalah sempol ayam.
“Saya buka ombreng yang diperuntukkan bagi saya. Saat saya mencium makanan tersebut, ternyata tercium bau yang sudah tidak enak, salah satunya sempol ayam,” ujar Ningrum.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala sekolah dan operator. Setelah dilakukan pengecekan terhadap makanan lainnya, pihak sekolah menemukan kondisi yang serupa pada ombreng milik Ningrum dan operator sekolah.
Pihak sekolah pun segera mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan pembagian makanan. Siswa yang masih memiliki makanan MBG di dalam kelas juga diminta untuk tidak melanjutkan konsumsi.
Namun, sebelum imbauan tersebut disampaikan, sebagian siswa diketahui sudah sempat menyantap makanan yang dibagikan.
Tidak berselang lama, sekitar 15 menit setelah makan, beberapa siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh mereka. Keluhan yang muncul di antaranya sakit perut, muntah, dan pusing.
“Sekitar 15 menit setelah anak-anak makan, mereka mengeluh sakit perut dan muntah-muntah. Kepala pusing,” ungkap Ningrum.
Melihat sejumlah siswa mulai mengalami keluhan, pihak sekolah kemudian bergerak cepat untuk memberikan pertolongan. Para siswa awalnya dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Namun, berdasarkan arahan selanjutnya, siswa kemudian dibawa ke IGD Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu guna memperoleh penanganan lebih lanjut.
Sedikitnya tujuh siswa dilaporkan harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan tersebut.
Hingga saat ini, dugaan adanya kaitan antara keluhan yang dialami siswa dengan makanan MBG masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. Kepastian penyebabnya perlu didasarkan pada hasil pemeriksaan medis serta, bila dilakukan, pemeriksaan terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.(Red)












