BundaranNews.com_ Jum’at(24/2026), respons cepat Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah atas insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa siswa SMPN 03 dan SDN 1 Bengkulu Tengah. Pemkab Bengkulu Tengah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kembang Seri 1.
Dengan dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Nurul Iwan Setiawan, S.Sos., M.Si., dan dampingi Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Bengkulu Tengah Roni Vidiansyah beserta beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan menyampaikan bahwa sidak dilakukan untuk meninjau langsung proses pengolahan hingga penyajian makanan di dapur SPPG Kembang Seri 1.
“Meski secara kasatmata prosedur dinilai telah berjalan sesuai standar, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil analisis laboratorium. Penyebab dugaan keracunan saat ini masih dianalisis di laboratorium BPOM Bengkulu, sehingga belum ada kesimpulan resmi. Namun pengawasan tetap harus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman“, Ujar Nurul Iwan dalam keterangannya.
Roni Vidiansyah selaku Koordinator Badan Gizi BGN Wilayah Bengkulu Tengah juga mengungkapkan bahwa BGN pusat telah merespons cepat laporan kejadian tersebut.
“Sejak Kamis malam, operasional dapur SPPG Kembang Seri 1 resmi dihentikan sementara. Atas kejadian ini kami langsung melaporkan ke pusat. Tadi malam BGN pusat telah menerbitkan surat pemberhentian sementara untuk SPPG Kembang Seri 1 hingga batas waktu yang belum ditentukan,” ucapnya.
Roni menjelaskan bahw pembukaan kembali operasional dapur akan bergantung pada hasil investigasi serta kondisi di lapangan yang telah dinyatakan aman dan kondusif dan tentunya BGN pusat akan memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan program MBG.
“Jika terbukti ada pelanggaran SOP, BGN akan memberikan sanksi sesuai ketentuan. Sanksi terberat adalah pencabutan izin operasional secara permanen,” jelasnya.
Sementara ini berdasarkan informasi yang didapat oleh awak media, pihak Pemkab Bengkulu Tengah dengan para pihak terkait lainnya akan mengevaluasi sistem pengawasan agar program MBG di Bengkulu Tengah tetap berjalan dengan aman dan berkualitas serta masih menanti kan hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.(Tf)












