BundaranNews.com_ Kelompok Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Batik ChaCha Mentari, dampingan Persit Kodim 0409/Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, tebar pesona dalam event “Persit Bisa 2” di Jakarta, Jum”at(8/5/2026).
Program Persit Bisa adalah inisiatif pemberdayaan istri prajurit TNI AD untuk meningkatkan kemampuan kreatif, mandiri, dan produktif melalui berbagai kegiatan.
Dari Korem Bengkulu, Batik ChaCha Mentari, terpilih mewakili Bengkulu. “Persit Bisa 2” berlangsung semarak dan penuh antusiasme. Sejak awal kegiatan, para peserta dan tamu undangan disuguhi suasana yang hangat dan tertib. Acara diawali dengan penayangan video dokumentasi kemeriahan kegiatan Persit Bisa pada hari pertama.
Tayangan tersebut mampu membangkitkan kembali semangat serta rasa bangga atas kreativitas dan kebersamaan yang telah terjalin, sekaligus menjadi pengantar yang kuat bagi rangkaian kegiatan di hari kedua.
Kegiatan dilanjutkan dengan penayangan video “Journey” hasil karya anggota Persit, salah satunya dari UMKM Batik ChaCha Mentari. Video tersebut menampilkan proses kreatif, dedikasi, serta hasil produksi unggulan. Para peserta tampak memberikan apresiasi tinggi, tidak hanya terhadap kualitas visual yang ditampilkan, tetapi juga terhadap pesan yang disampaikan mengenai peran perempuan dalam melestarikan budaya serta mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang produktif dan berdaya saing.
Memasuki sesi berikutnya, suasana semakin dinamis dengan diselenggarakannya peragaan busana batik Lasem yang menampilkan perpaduan motif klasik dengan sentuhan modern.
Selain itu, peragaan busana kain tapis Lampung dari Kodam II/Sriwijaya turut memeriahkan acara. Ibu Pangdam, Ibu Asti Kristomei, berpartisipasi sebagai model dalam menampilkan produk unggulan tersebut. Keunikan motif, nilai budaya yang terkandung, serta penampilan para model memberikan daya tarik tersendiri bagi para hadirin.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bertema “Cara Tampil Menarik dengan Wastra Nusantara”. Dalam sesi ini, para narasumber menyampaikan berbagai kiat dalam memadupadankan busana tradisional agar tetap relevan dan elegan dalam berbagai kesempatan.
Kegiatan berikutnya adalah talkshow mengenai pemanfaatan layanan digital perbankan dalam pengembangan UMKM. Sesi ini memberikan informasi yang komprehensif mengenai peran teknologi finansial dalam membantu pelaku usaha kecil, khususnya dalam pengelolaan keuangan, perluasan pasar, serta peningkatan daya saing di era digital.
Rangkaian fashion show kembali hadir pada sesi siang hari dengan tema Nusantara, yang menampilkan ragam busana dari berbagai daerah di Indonesia. Keindahan warna, motif, serta kreativitas desain membuat panggung semakin semarak. Puncaknya, fashion show kolaborasi batik Mega Mendung, Sengkang, dan Juntai sukses memukau penonton dengan perpaduan motif yang harmonis dan inovatif.
Suasana hangat dan penuh semangat tidak hanya terasa di panggung, tetapi juga di booth Batik ChaCha Mentari.
“Pada hari kedua ini, energi positif semakin terasa. Sejak pagi, booth sudah ramai dikunjungi para peserta yang tertarik dengan keindahan ragam batik, termasuk kemeja batik pria yang dipamerkan. Booth ini tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga ruang interaksi yang hidup,” kata Ratih Agung, Ketua Cabang XX Dim 0409 Koorcab Rem 041 PD XXI/ Radin Inten dalam pesan tertulisnya.
Para pengunjung tampak antusias berdialog, bertanya tentang filosofi motif, hingga mencoba langsung kain dan kemeja yang tersedia. Sambutan ramah dari tim yang melayani dengan sabar semakin menambah kesan hangat bagi setiap pengunjung. Transaksi yang terus berlangsung menjadi bukti bahwa minat terhadap batik lokal tetap tinggi. Lebih dari itu, booth ini juga menjadi simbol kecintaan terhadap budaya Indonesia, sekaligus memperkenalkan keindahan batik kepada berbagai kalangan.
Secara keseluruhan, hari kedua acara Persit Bisa 2 berlangsung dengan sangat meriah dan penuh makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi, apresiasi budaya, serta pemberdayaan perempuan dalam mendukung kemajuan UMKM dan pelestarian warisan Nusantara.
Sejarah Batik ChaCha Mentari Batik
ChaCha Mentari, lahir dari dedikasi Ely Susianti, yang begitu telaten membimbing para ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya membatik khas Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu yakni Kaganga.
Beragam motif Kaganga ia perkenalkan, melukis batik di atas kain terhampar lalu menghasilkan motif-motif yang mengesankan.
Ia merupakan anggota Persit Kodim 0409/Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Selain bertugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), tugas lain sebagai anggota Persit mendampingi suami, Mayor (Inf). Asri Wuri Hendra Dewa, menjabat Kasdim, tekun ia lakoni.
Dari wadah produktif membatik para ibu rumah tangga itu ia membangun sebuah kelompok Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ia namakan bersama para perempuan binaannya dengan nama Batik ChaCha Mentari.
Melalui UMKM Batik ChaCha Mentari, Ely semakin mengumpulkan ibu-ibu rumah tangga di lingkungan tempat tinggalnya. Para perempuan itu berkumpul di teras rumah, belajar menggambar pola, mencanting, hingga mewarnai kain.
Batik ChaCha Mentari memiliki tiga pengrajin, setiap bulannya mampu memproduksi sebanyak 10 helai hingga 30 helai kain. Perlahan tapi pasti, hasil kerja mereka membuahkan hasil, pesanan datang walaupun masih di Provinsi Bengkulu.
Ia katakan, Persit Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) harusbmenunjukkan komitmen dalam mendukung anggota terus berkembang dan berkarya melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya program “Persit Bisa”.
Program Persit Bisa, merupakan wadah pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan anggota melalui pengembangan UMKM.
Setelah sukses dengan program Persit Bisa pada tahun 2025 diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta, pada Mei 2026 bertempat masih di Balai Kartini Jakarta, Persit KCK kembali menyelenggarakan program Persit Bisa.
Pada Persit Bisa tahun ini, Batik ChaCha Mentari terpilih sebagai perwakilan UMKM dari Cabang XX Dim 0409, Koorcab Rem 041 PD XXI/ Radin Inten.
Ratih Agung, Ketua Cabang XX Dim 0409 Koorcab Rem 041 PD XXI/ Radin Inten menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas terpilihnya Batik ChaCha Mentari dalam Program Persit Bisa.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi terpilihnya UMKM Batik ChaCha Mentari dalam program Persit Bisa. Ini merupakan bukti bahwa kerja keras, kreativitas, dan semangat anggota Persit dalam mengembangkan usaha patut diapresiasikan,” ujar Ratih Agung.
Menurut Ely, terpilihnya Batik ChaCha Mentari tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Salah satu dukungan terbesar datang dari Pembina Persit dan ketua Persit KCK, yang selalu senantiasa memberikan motivasi, arahan, serta kesempatan bagi anggota untuk mengembangkan potensi usaha yang dimiliki.
“Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan, pendampingan usaha, serta pemberian ruang promosi dalam perbagai kegiatan organisasi,” jelas Ely.
Menurut Ely, banyak harapan yang ingin dicapai dengan terpilihnya Batik ChaCha Mentari dalam Program Persit Bisa, antara lain pelestarian budaya Rejang Lebong, peningkatan promosi Batik ChaCha Mentari, dan membantu meningkatkan kesejahteraan ibu rumah tangga.
Keberhasilan UMKM Batik ChaCha Mentari diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota lainnya untuk terus berani berkarya, berinovasi, dan berkembang. “Mari bersama-sama mendukung UMKM sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian nasional,” ungkap Ely optimistis.(***)












