BundaranNews.com_ Pekerjaan atau proyek tanpa papan informasi, tentunya mengundang kecurigaan publik dan pekerjaan atau proyek tanpa papan informasi publik sering kali menjadi celah bagi praktik-praktik penyalahgunaan anggaran.
Lazimnya setiap proyek harus memasang papan informasi agar publik dapat mengetahui jenis kegiatan yang dikerjakan. Apakah pihak rekanan maupun swakelola yang mengerjakan dan berapa besar anggaran serta dari mana sumber anggaran yang digunakan.
Namun, pengerjaan proyek Revitalisasi Sekolah Dasar Negeri 168 Bengkulu Utara yang berlokasikan di desa Pagar Banyu Kecamatan Arma Jaya justru sebaliknya dan diduga tidak memasang papan informasi publik.
Hal ini berdasar pantauan salah satu awak media infoombb.com dilokasi, kegiatan revitalisasi SDN 168 tersebut diduga tidak memasang papan informasi publik. Tentunya hal ini menjadi pertanyaan besar dari mana sumber dana kegiatan tersebut.
Selain dugaan tidak adanya ataupun tersembunyinnya papan informasi, Kepala Sekolah SDN 168 Bengkulu Utara juga akui bahwa terdapat laporan progres prematur, bahkan juga terkesan menjengkal kredibilitas wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Kepala SDN 168 Bengkulu Utara sempat melontarkan kalimat yang terkesan merendahkan marwah wartawan dan LSM. Melalui sambungan pesan whatsapp, Kepala Sekolah dengan nama panggilan Sukan ini menunjukkan sikap arogansinya.
“Biade bia 30 LSM ngan wartawan magea uku a, cuma ko ba ade berita.” ujar Sukan dengan narasi seolah mengatakan LSM dan wartawan yang mendatanginya tidak ada yang menulis berita.
Jika diterjemahkanke dalam bahasa Indonesia, “Sudah lebih dari 30 LSM dan wartawan yang mendatangi saya, namun hanya kamu yang menulis berita”. Hal tersebut sinyalmen bahwa dirinya arogan, karena merasa telah membungkam mulut wartawan dan LSM.
Kepsek SDN 168 ini seolah-olah menyatakan bahwa kedatangan LSM dan Wartawan hanya unggul dalam Kuantitas tetapi tanpa Kualitas. Jika wartawan mengonfirmasi tanpa menulis berita, seolah memberi sinyal bahwa telah terdapat udang dibalik batu.
Sementara ini, Kepala SDN 168 Bengkulu Utara memilih bungkam. Bahkan, pernyataan kontroversial tersebut dikabarkan telah dihapus dari percakapan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Sekolah belum memberikan klarifikasi resmi terkait polemik yang berkembang.(Red)
