Ormas BIDIK Bengkulu : ‘Salah Satu PPTK di Disdikbud Benteng Tak Mengakui Kegiatan Yang Dikelolanya. Ada apa.!’

BundaranNews.com_ Terkait adanya dugaaan SPJ fiktif serta tidak terealisasi nya sesuai aturan pada Pengadaan Pakaian Dinas Lapangan( PDL), Pakaian Batik Tradisional dan Pakaian Adat Daerah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2025 yang menggunakan anggaran sebesar Rp. 104.145.000.00.

Dan didapatkan nya informasi bahwa PPTK Pengadaan PDL, Pakaian Batik Tradisional dan Pakaian Adat Daerah di Disdikbud Bengkulu Tengah TA 2025 ialah Tri Pardiansyah.

Namun amat sangat disayang kan pada saat dikonfirmasi oleh pihak Ormas BIDIK Provinsi Bengkulu, PPTK tersebut malah tidak mengakui kegiatan tersebut bahkan terkesan menghindar dan seolah-olah tidak mau memberikan kejelasan terkait pengadaan tersebut.

Hal ini tentunya memperkuat dugaan bahwa Pengadaan Pakaian Dinas Lapangan(PDL), Pakaian Batik Tradisional dan Pakaian Adat Daerah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2025 memang tidak terealisasi kan sesuai aturan dan terindikasi menggunakan SPJ fiktif.

Pihak Ormas BIDIK Bengkulu amat menyayangkan hal ini, yang mana sudah semestinya selaku pejabat publik PPTK tersebut harus memberikan keterangan yang cepat, tepat, akurat, benar, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sangat disayangkan pejabat di Disdikbud Bengkulu Tengah telah berbohong ke publik saat di konfirmasi terkait pengadaan baju PDL, Pakaian Batik Tradisional dan Pakaian Adat Daerah. Apalagi beliau selaku PPTKnya. Seharusnya Keterangan yang diberikan harus mencerminkan transparansi untuk mendukung tata kelola yang baik, bukannya malah menghindar“, jelas Ketua Ormas BIDIK Bengkulu Zamhori Haryanto Ke awak media ini.

Lebih lanjut, Ketua Ormas BIDIK Bengkulu menyampaikan bahwa pejabat publik meski Transparan dan Akuntabel dalam memberikan keterangan agar dapat mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta menjamin hak masyarakat untuk mengetahui informasi publik.

Sumber : Ormas BIDIK Provinsi Bengkulu
Editor : Redaksi

Exit mobile version