BundaranNews.com_ Upaya pencarian terhadap seorang warga Kota Bengkulu yang tenggelam di kawasan Pantai Muara Jenggalu, Pasir Putih, masih terus dilakukan oleh tim gabungan hingga Senin pagi (6/6/2026).
Korban diketahui bernama Sapril alias Ujang Sidik (53), yang tenggelam saat mencari ikan menggunakan sampan bersama rekannya pada Minggu sore (5/6/2026). Sementara rekannya, Beri (62), berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, mengatakan pencarian langsung dilakukan sejak laporan diterima. Bahkan, Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny P.L Tobing turun langsung ke lokasi kejadian untuk memimpin operasi pencarian.
“Sekitar pukul 16.00 WIB, Pak Wakil Wali Kota langsung menghubungi saya dan memerintahkan untuk segera menuju lokasi. Kami langsung berkoordinasi dengan Damkar dan Tagana, kemudian bergerak ke TKP. Pak Wakil juga langsung memimpin pencarian di lapangan,” ujar I Made.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan mengerahkan sejumlah peralatan, termasuk satu unit perahu karet dari Basarnas dan satu perahu fiber milik BPBD. Proses penyisiran dilakukan hingga waktu magrib.
Namun karena korban belum ditemukan dan kondisi cuaca kurang mendukung, pencarian sempat dihentikan sementara selama sekitar satu jam sebelum kembali dilanjutkan.
“Atas arahan Pak Wakil, kami juga mendirikan posko penyelamatan di Jenggalu. Di posko ini bergabung BPBD, Damkar, Basarnas, serta masyarakat setempat. Pemantauan dan pencarian terus dilakukan hingga pukul 22.00 WIB,” jelasnya.
Ia menambahkan, Wakil Wali Kota juga tetap berada di lokasi untuk memberikan arahan langsung kepada tim hingga malam hari, bahkan terus mendampingi proses pencarian hingga Senin pagi.
“Pagi ini sekitar pukul 06.00 WIB, dua perahu kembali diturunkan. Satu tim dari BPBD dan satu tim dari Damkar menyisir area sekitar lokasi untuk mencari kemungkinan korban ditemukan,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini terjadi saat korban dan rekannya tengah mencari ikan. Namun, angin kencang membuat perahu mereka oleng hingga akhirnya korban terhempas ke laut.
“Hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan. Kami berharap korban segera ditemukan,” tutup I Made.(infopublik.id)
