BundaranNews.com_ Alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2025 untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bengkulu Tengah kini tengah menjadi sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ormas Bidik Provinsi Bengkulu. Lembaga ini menemukan adanya dugaan selisih anggaran yang cukup signifikan antara dana yang diterima dengan yang direalisasikan.
Berdasarkan data yang dihimpun, total dana BOS yang bersumber dari APBN 2025 untuk 32 SMP Negeri di Bengkulu Tengah mencapai Rp5.763.933.655. Ditambah dengan alokasi untuk 2 SMP Swasta sebesar Rp513.193.284, total keseluruhan anggaran dinilai menyisakan kejanggalan. Ormas Bidik mengendus adanya selisih anggaran yang belum jelas peruntukannya sebesar Rp360.820.342.
Ketua DPD Ormas Bidik Provinsi Bengkulu, Zamhori Haryanto, menjelaskan bahwa angka tersebut didapat dari kalkulasi total anggaran BOS di wilayah tersebut. Namun, pihaknya mengaku belum melakukan klarifikasi langsung ke masing-masing sekolah karena besaran dana yang diterima oleh 34 SMP tersebut bervariasi.
“Untuk sementara, kami memang belum melakukan klarifikasi satu per satu ke pihak sekolah, sebab besaran dana BOS yang diterima oleh tiap SMP di Bengkulu Tengah berbeda-beda,” ujar Zamhori.
Meski demikian, Zamhori menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Mengingat adanya indikasi ketidakberesan dalam realisasi dan penyerapan anggaran, Ormas Bidik berencana membawa temuan ini ke Aparat Penegak Hukum (APH).
“Berdasarkan data dan bukti yang kami miliki, tidak menutup kemungkinan kasus ini akan kami tindak lanjuti dan laporkan ke Aparat Penegak Hukum. Menurut kajian kami, ada hal yang janggal dalam proses realisasi dan penyerapan anggaran tersebut,” tegas Zamhori.(Red)












